Jumat, 01 Juni 2012

materi dasar jurnalistik


 
BELAJAR JURNALISTIK
 MATERI I
Materi Dasar Jurnalistik
 1. Pengertian Jurnalistik 

Definisi jurnalistik sangat banyak. Namun pada hakekatnya sama, para tokoh komuniikasi atau tokoh jurnalistik mendefinisikan berbeda-beda. Jurnalistik secaraharfiah, jurnalistik (journalistic) artinya kewartawanan atau hal-ihwal pemberitaan. Katadasarnya “jurnal” (journal), artinya laporan atau catatan, atau “jour” dalam bahasaPrancis yang berarti “hari” (day) atau “catatan harian” (diary). Dalam bahasa Belanda journalistiek artinya penyiaran catatan harian.Istilah jurnalistik erat kaitannya dengan istilah pers dan komunikasi massa.Jurnalistik adalah seperangkat atau suatu alat madia massa. Pengertian jurnalistik dari berbagai literature dapat dikaji definisi jurnalistik yang jumlahnya begitu banyak. Namun jurnalistik mempunyai fungsi sebagai pengelolaan laporan harian yang menarik minatkhalayak, mulai dari peliputan sampai penyebarannya kepada masyarakat mengenai apasaja yang terjadi di dunia. Apapun yang terjadi baik peristiwa factual (fact) atau pendapatseseorang (opini), untuk menjadi sebuah berita kepada khalayak.Jurnalistik adalah suatu kegiatan yang berhubungan dengan pencatatan atau pelaopran setiap hari. Jadi jurnalistik bukan pers, bukan media massa. Menurut kamus, jurnalistik diartikan sebagai kegiatan untuk menyiapkan, mengedit, dan menulis suratkabar, majalah, atau berkala lainnya.

2. Ruang Lingkup Jurnalistik 

Ruang lingkup jurnalistik sama saja dengan ruang lingkup pers. Dalam garis besar  jurnalistik Palapah dan Syamsudin dalam diktat membagi ruang lingkup jurnalistik kedalam dua bagian, yaitu : news dan views (Diktat “Dasar-dasar Jurnalistik”). News dapat dibagi menjadi menjadi dua bagian besar, yaitu :1. Stainght news, yang terdiri dari :a. Matter of fact news b. Interpretative reportc. Reportage2. Feature news, yang terdiri dari :a. Human interest features b. Historical featuresc. Biographical and persomality featuresd. Travel featurese. Scientifict features3.Views dapat dibagi kedalam beberapa bagian yaitu :1. Editorial2. Special article3. Colomum4. Feature article
3. Sejarah Jurnalistik
Pada mulanya jurnalistik hanya mengelola hal-hal yang sifatnya informatif saja.Itu terbukti pada Acta Diurna sebagai produk jurnalistik pertama pada zaman RomawiKuno, ketika kaisar Julius Caesar berkuasa.Sekilas tentang pengertian dan perkembangan jurnalistik, Assegaff sedikitmenceritakan sedikit sejarah. Bahwa jurnalistik berasal dari kata Acta Diurna, yang terbitdi zaman Romawi, dimana berita-berita dan pengumuman ditempelkanatau dipasang di pusat kota yang di kala itu disebut Forum Romanum. Namun asal kata jurnalistik adalah“Journal” atau “Du jour” yang berarti hari, di mana segala berita atau warta sehari itutermuat dalam lembaran tercetak. Karena kemajuan teknologi danditemukannyapencetakan surat kabar dengan system silinder (rotasi), maka istilah “persmuncul”, sehingga orang lalu mensenadakan istilah “jurnalistik” dengan “pers”.Sejarah yang pasti tentang jurnalistik tidak begitu jelas sumbernya, namun yang pasti jurnaliatik pada dasarnya sama yaitu diartikan sebagai laporan. Dan dari pengertianada beberapa versi. Kalau dalam dari sejarah Islam cikal bakal jurnalistik yang pertamakali didunia adalah pada zaman Nabi Nuh.Suhandang dalam bukunya juga menerangkan sejarah Nabi Nuh teerutama dalammenyinggung tentang kejurnalistikan. Dikisahkan bahwa pada waktu itu sebelum AllahSWT menurunkan banjir yang sangat hebatkepada kaum yang kafir, maka datanglahmaiakat utusan Allah SWT kepada Nabi Nuh agar ia memberitahukan cara membuatkapal sampai selesai. Kapal yang akan dibuatnya sebagai alat untuk evakuasi Nabi Nuh beserta sanak keluarganya, seluruh pengikutnya yang shaleh dan segala macam hewanmasing-masing satu pasang. Tidak lama kamudian, seusainya Nabi Nuh membuat kapal,hujan lebat pun turun berhari-hari tiada hentinya. Demikian pula angin dan badai tiadahenti, menghancurkan segala apa yang ada di dunia kecuali kapal Nabi Nuh. Dunia pundengan cepat menjadi lautan yang sangat besar dan luas. Saat itu Nabi Nuh bersamaoranng-orang yang beriman lainnya dan hewan-hewan itu telah naik kapal, dan berlayar dengan selamat diatas gelombang lautan banjir yang sangat dahsyat.Hari larut berganti malam, hingga hari berganti hari, minggu berganti minggu. Namun air tetap menggenang dalam, seakan-akan tidak berubah sejak semula. Sementaraitu Nabi Nuh beserta lainnya yang ada dikapal mulai khawatir dan gelisah karena persediaan makanan mulai menipis. Masing-masing penumpang pun mulai bertanya-tanya, apakah air bah itu memang tyidak berubah atau bagaimana? Hanya kepastiantentang hal itu saja rupanya yang bisa menetramkan karisuan hati mereka. Denganmenngetahui situasi dan kondisi itu mereka mengharapkan dapat memperoleh landasan berfikir untuk melakukan tindak lanjut dalam menghadapi penderitaanya, terutama dalammelakukan penghematan yang cermat.Guna memenuhi keperluan dan keinginan para penumpang kapalnya itu Nabi Nuhmengutus seekor burung dara ke luar kapal untuk meneliti keadaan air dan kemungkinanadanya makanan. Setelah beberapa lama burung itu terbang mengamati keadaan air, dankian kemari mencari makanan, tetapi sia-sia belaka. Burung dara itu hanya melihat daundan ranting pohon zaitun (olijf) yang tampak muncul ke permukaan air. Ranting itu pundi patuknya dan dibawanya pulang ke kapal. Atas datangnya kembali burung itu denganmembawa ranting zaitun. Nabi Nuh mengambil kesimpulan bahwa air bah sudah mulaisurut, namun seluruh permukaan bumi masih tertutup air, sehingga burung dara itu puntidak menemukan tempat untuk istirahat demikianlah kabar dan berita itu disampaikankepada seluruh anggota penumpangnya.
 
Atas dasar fakta tersebut, para ahli sejarah menamakan Nabi Nuh sebagai seorang pencari berita dan penyiar kabar (wartawan) yang pertama kali di dunia. Bahkan sejalandengan teknik-teknik dan caranya mencari serta menyiarkan kabar (warta berita di zamansekarang dengan lembaga kantor beritannya). Mereka menunjukan bahwa sesungguhnyakantor berita yang pertama di dunia adalah Kapal Nabi Nuh.Data selanjutnya diperolah para ahli sejarah negara Romawi pada permulaan berdirinya kerajaan Romawi (Imam Agung) mencatat segala kejadian penting yangdiketahuinya pada annals (papan tulis yang digantungkan di serambi rumahnya). Catatan pada papan tulis itu merupakan pemberitahuan bagi setiap orang yang lewat danmemerlukannya.Pengumuman sejenis itu dilanjutkan oleh Julius Caesar pada zaman kejayaannya.Caesar mengumumkan hasil persidangan senat, berita tentang kejadian sehari-hari, peraturan-peraturan penting, serta apa yang perlu disampaikan dan diketahui rakyatnya,dengan jalan menuliskannya pada papan pengumuman berupa papan tulis pada masa itu.(60 SM) dikenal dengan acta diurna dan diletakkan di Forum Romanum (StadionRomawi) untuk diketahui oleh umum. Terhadap isi acta diurna tersebut setiap orang boleh membacanya, bahkan juga boleh mengutipnya untuk kemudian disebarluaskan dandikabarkan ke tempat lain.Baik hikayat Nabi Nuh menurut keterangan Flavius Josephus maupun munculnyaacta diurna belum merupakan suatu penyiaran atau penerbitan sebagai harian, akan tetapi jelas terlihat merupakan gejala awal perkembangan jurnalistik. Dari kejadian tersenutdapat kita ketahui adanya suatu kegiatanyang mempunyai prinsip-prinsip komunikasimassa pada umumnya dan kejuruan jurnalistik pada khususnya. Karena itu tidak herankalau Nabi Nuh dikenal sebagai wartawan pertama di dunia. Demikian pula acta diurnasebagai cikal bakal lahirnya surat kabar harian.Seiring kemajuan teknologi informasi maka yang bermula dari laporan harianmaka tercetak manjadi surat kabar harian. Dari media cetak berkembang ke mediaelektronik, dari kemajuan elektronik terciptalah media informasi berupa radio. Tidak cukup dengan radio yang hanya berupa suara muncul pula terobosan baru berupa mediaaudio visual yaitu TV (televisi). Media informasi tidak puas hanya dengan televisi,lahirlah berupa internet, sebagai jaringan yang bebas dan tidak terbatas. Dan sekarangdengan perkembangan teknologi telah melahirkan banyak media (multimedia). 

MATERI IIWawancara dan Reportase

1.Berita Dalam jurnalistik, begitu banyak pengertian berita. Masing-masing orangmemberikan definisi berita berdasarkan sudut pandang sendiri-sendiri dalammerumuskannya. Dalam buku Reporting, Mitchell V. Charnley menuliskan beberapadefinisi berita:“Berita adalah segala sesuatu yang terkait waktu dan menarik perhatian banyak orang dan berita terbaik adalah hal-hal yang paling menarik yang menarik sebanyak mungkin orang (untuk membacanya).” Ini definisi menurut Willard Grosvenor Bleyer.Menurut Chilton R. Bush, berita adalah informasi yang “merangsang”, denganinformasi itu orang biasa dapat merasa puas dan bergairah. Sementara Charnley sendiri
 
menyebutkan bahwa berita adalah laporan tentang fakta atau pendapat orang yang terikatoleh waktu, yang menarik dan/atau penting bagi sejumlah orang tertentu.Nah, dari sekian definisi atau batasan tentang berita itu, pada prinsipnya ada beberapa unsur penting yang harus diperhatikan dari definisi tersebut. Yakni:1. Laporan2. Kejadian/peristiwa/pendapat yang menarik dan penting3. Disajikan secepat mungkin (terikat oleh waktu)Dalam jurnalistik juga dikenal jenis berita menurut penyajiannya. Pertama, Straight News(sering juga disebut hard news), yakni laporan kejadian-kejadian terbaru yangmengandung unsur penting dan menarik, tanpa mengandung pendapat-pendapat penulis berita. Straight news harus ringkas, singkat dalam pelaporannya, namun tetap nggak mengabaikan kelengkapan data dan obyektivitas.Kedua, Soft News (sering disebut juga feature), yakni berita-berita yangmenyangkut kemanusiaan serta menarik banyak orang termasuk kisah-ksiah jenaka, lust(menyangkut nafsu birahi manusia), keanehan (oddity).2.Menulis beritaAda satu hal lagi tentang berita, selain kita harus memenuhi kaidah 5W+H (What,Who, Where, When, Why plus How), yakni menuliskan hasil laporan atau pengamatanterhadap peristiwa atau pendapat yang menarik itu. Intinya, adalah menuliskan berita ituke dalam artikel yang menaik. Nah, supaya tulisan beritamu oke punya. Paling nggak kamu kudu mengetahui beberapa hal, di antaranya:Informasi. Yup, informasi, bukan bahasa. Informasi adalah batu-bata penyusun beritayang yang efektif. Tanpa informasi, walah jangan harap kamu bisa menulis berita itudengan baik. Jangankan nggak punya informasi, informasinya nggak lengkap saja bakalan kewalahan bikin beritanya. Pokoknya, ada yang ganjal saja, karena tulisan jadikurang menggigit.Siginifikansi. Maksudnya, berita kudu memiliki informasi penting; yaknimemberi dampak pada pembaca. Misalnya aja, penulisnya mengingatkan pembacakepada sesuatu yang mengancam kehidupan mereka.Fokus. Betul, kegagalan seorang penulis berita adalah ketika menyampaikan berita secarasporadis, alias semrawut. Nggak fokus. Berita yang sukses dan oke biasnya justru pendek, terbatasi secara tegas dan sangat fokus. “Less is more,” kata Hemingway.Konteks. Tulisan yang efektif mampu meletakkan informasi pada perspektif yang tepatsehingga pembaca tahu dari mana kisah berawal dan ke mana mengalir, serta seberapa jauh dampaknya.Wajah. Jurnalisme itu menyajikan gagasan dan peristiwa; tren sosial, penemuanilmiah, opini hukum, perkembangan ekonomi, krisis internasional, tragedi kemanusiaan,dinamika agama, dsb. Tulisan yang disajikan itu berupaya mengenalkan pembaca kepadaorang-orang yang menciptakan gagasan dan menggerakkan peristiwa. Ataumenghadirkan orang-orang yang terpengaruh oleh gagasan dan peristiwa itu.Lokasi/Tempat. Sobat muda, pembaca menyukai banget “sense of place”. Kamu bisamembuat tulisan jadi lebih hidup jika menyusupkan “sense of place”. Bener lho.Misalnya aja kamu gambarkan tentang suasana jalannya pertandingan sepakbola yangmenegangkan saat kedua klub itu bermain hidup-mati untuk mengejar gelar juara ataumenghindari jurang degdradasi. Seru deh.
 
Suara. Tulisan akan mudah diingat jika mampu menciptakan ilusi bahwa seorang penulis tengah bertutur kepada seorang pembacanya. Jadi, gunakan kalimat aktif. Bila perlu berbau percakapan.Anekdot dan Kutipan. Anekdot adalah sebuah kepingan kisah singkat antara satu hinggalima alinea—“cerita dalam cerita”. Anekdot umumnya menggunakan seluruh teknik dasar penulisan fiksi; narasi, karakterisasi, dialog, suasana. Semua itu dibuat dengantujuan untuk mengajak pembaca melihat cerita dalam detil visual yang kuat. Kata orang-orang sih, anekdot sering dianggap sebagai ‘permata’ dalam cerita.3.Nilai beritaNilai berita adalah seperangkat kriteria untuk menilai apakah sebuah kejadiancukup penting untuk diliput. Ada sejumlah faktor yang membuat sebuah kejadianmemiliki nilai berita. 7 di antaranya adalah:1. Kedekatan (proximity). Ada dua hal tentang kedekatan. Pertama dekat secara fisik dankedua, kedekatan secara emosional. Orang cenderung tertarik bila membaca berita yang peristiwa atau kejadiannya dekat dengan wilayahnya dan juga perasaan emosional berdasarkan ikatan tertentu.2. Ketenaran (prominence). Orang terkenal memang sering menjadi berita. Seperti kataungkapan Barat, Name makes news. Bintang film, sinetron, penyanyi, politisi ternamaseringkali muncul di koran dan juga televisi.3. Aktualitas (timeliness). Berita, khususnya straight news, haruslah berupa laporankejadian yang baru-baru ini terjadi atau peristiwa-peristiwa yang akan terjadi di masadepan.4. Dampak (impact). Sebuah kejadian yang memiliki dampak pada masyarakat luasmemiliki nilai berita yang tinggi. Semakin besar dampak tersebut bagi masyarakat,semakin tinggi pula nilai beritanya.5. Keluarbiasaan (magnitude). Sebenarnya hampir sama dengan dampak, namunmagnitude di sini menyangkut sejumlah orang besar, prestasi besar, kehancuran yang besar, kemenangan besar, dan segala sesuatu yang besar.6. Konflik (conflict). Berita tentang adanya bentrokan, baik secara fisik maupun nonfisik,selalu menarik. Misalnya bentrokan antar manusia, manusia dengan binatang, antar kelompok, bangsa, etnik, agama, kepercayaan, perang dsb.7. Keanehan (oddity). Sesuatu yang tidak lazim (unusual) mengundang perhatian orang disekitarnya. Orang yang berdandan esktrentrik, orang yang bergaya hidup nggak umum,memiliki ukuran fisik yang beda denga yang lain pada umumnya, dsb cenderung jadi berita yang bernilai tinggi.
Daya tarik berita (News interest).
Beberapa topik yang mengandung daya tarik berita di antaranya adalah: self-interest,uang, seks, perjuangan, pahwalan dan keterkenalan, suspence (mencekam), humaninterest, kejadian (perayaan) dengan lingkup besar, kontes, penemuan baru, hal yangtidak biasa, kejahatan, dsb.
Sumber informasi untuk bahan berita
Ada beberapa sumber perolehan berita:1.Staf surat kabar, yaitu personal yang bekerja pada redaktur surat kabar tertentu, berkantor di redkasi surat kabar tersebut.
 
2. Koresponden, yaitu wartawan yang bekerja untuk media atau kantor berita tertentu dantidak berkantor di kantor redaksi.3. Kantor berita (news agencies), yakni lembaga yang khusus berita-berita dalam dan luar negeri serta beraneka jenisnya untuk kemudian dijual ke berbagai media massa.4. Features Syndicates, yaitu lembaga yang khusus “menjual” kepada penerbit.5. Kalangan publisitas, yaitu orang-orang atau kelompok yang bekerja mempopulerkanorang-orang atau peristiwa.6.Volunteer staff, yaitu orang-orang awam atau bukan kalangan pers yang akan memberiinformasi berharga tentang gejala dan kejadian yang bisa diangkat sebagai berita.
Syarat sumber berita
Sebuah tulisan jurnalistik haruslah bersumber dari fakta, bukan opini atau asumsisi reporter. Itu sebabnya, harus ada sumber berita yang jelas dan dapat dipercaya. Ada beberapa syarat sumber berita:1. Layak dipercaya, meski kelihatan mudah, tapi wartawan yang belum berpengalamanakan kejeblos mewawancarai sumber yang diragukan kebenaran omongannya. Jadi kudu jeli dan kritis ketika mengamati peristiwa atau kejadian dan siapa saja yang terlibat didalamnya.2. Berwenang, artinya orang yang punya kekuasaan dan tanggung jawab terhadapmasalah yang sedang kita garap. Kenapa ini penting? Pertama, agar tercapaikeseimbangan penulisan berita yang balance (seimbang) dan both-sided coverage (liputanyang menyajikan keterangan dua pihak yang bertolak-belakang sehingga fair atau adil).Kedua, agar tulisan atau laporan bisa aman.3. Kompeten, artinya sumber berita tersebut layak untuk dimintai keterangannya.4. Orang yang berkaitan langsung dengan peristiwa, yaitu sumber berita yang memilikihubungan, terpengaruh atau mempengaruhi peristiwa tersebut.Demikian sekilas tentang dasar-dasar jurnalistik, khususnya yang berkaitan dengansebuah pemberitaan. Masih banyak unsur lainnya dalam jurnalistik seperti manajemenmedia massa, jenis-jenis tulisan di media massa, termasuk tentang kode etik jurnalistik.Bisa dibahas pada kesempatan lain, atau bisa juga mencari informasi sendiri. Semoga sajailmu yang meski masih sedikit ini menjadi tambahan wawasan. Tapi intinya, jangan pernah merasa puas mendapatkan sedikit ilmu. Terus belajar, belajar, dan belajar. Tetepsemangat!
Mengenal dan Belajar Fotografi Untuk Pelajar
Siapa sih yang belum pernah memotret? sudah pasti diantara kalian para pelajar  pernah memotret bukan. Entah itu memotret party di sekolah, adik, keluarga, waktuwisata, ulang tahun, dan sebagainya. Nah, saat ini terasa janggal jika media cetak tidak menyertakan foto sebagai fakta pelengkap sebuah berita. Di sisi lain foto juga bisa berdiri sendiri sebagai berita gambar atau sebagai sebuah karya seni yang bernilai tinggi. Foto yang baik adalah yang mampumengikat perhatian penikmat hingga tanpa disadarinya ia sudah langsungmenterjemahkan ungkapan yang terkandung dalam gambarnya. Misal, foto pemandangangunung Bromo yang membuat penikmat/orang yang melihat foto tersebut berkata--wuihh, bagusnya...-- dan sebagainya. 
 
Apa itu fotografi?
Fotografi atau dalam bahasa inggrisnya Photography itu berasal dari bahasaYunani yaitu Photos dan Graphos. Photos berarti cahaya dan Graphos yang berartimelukis. Dalam terjemahan bebasnya berarti melukis dengan cahaya.Belajar fotografi --kalau melihat dari peralatannya seperti kamera danaksesorisnya-- memang merupakan hoby yang mahal. Namun, bila kita sudah punyaniatan untuk belajar fotografi, semahal apapun pasti akan bisa kita lakukan. Untuk belajar fotografi tidak harus punya kamera yang harganya mahal, kita bisa meminjam kameranyateman, atau kakak, atau siapa yang punya kamera. Yang jelas, bila ingin menguasaiteknik-teknik fotografi, satu syaratnya yaitu harus punya kamera, setidaknya ada kamerayang bisa dipakai untuk praktek.
Soft News atau Hard News
Tiap media bisa membuat rubrik atau bentuk tulisan baru selaras dengan kebutuhan pembaca atau sesuai dengan selera redakturnya. Namun, sedikitnya ada 4 bentuk beritayaitu hard news atau straight news, soft news, feature, dan indepth report.
Hard News atau Straight News
Yaitu berisi fakta murni yang mengabarkan suatu peristiwa penting dengan cepat,segera, dan langsung mengacu pada 5W dan 1H (what, when, where, who, why danhow).
Soft News
Yaitu berita yang mengandung 5W+1H, namun dikemas dengan gaya bahasaringan, dan biasanya beritanya menarik (human interest).
Features
Yaitu lazim disebut dengan "berita kisah". Features ini meski tetap mengandungunsur 5W+1H isinya lebih bersifat human interest. Biasanya mengungkapkan peristiwatentang realita sosial yang tersembunyi.
Indepth Report
yaitu lebih lazim disebut dengan "laporan mendalam". Penyajiannya nyaris samadengan features.
Catalog Persons Redaksional
SIUPP :No: 537/SK/Menpen/SIUPP/1998,…………………………….PEMIMPIN UMUM/PENANGGUNG JAWAB……………….PEMIMPIN PERUSAHAAN: ……………………PEMIMPIN REDAKSI: ……………………REDAKTUR ………………………………….KOORDINATOR LIPUTAN ………………….REPORTER ……………………..SEKRETARIS REDAKSI ………………………….ARTISTIK LAY-OUT (WEB) DESIGN/PRA CETAk ………………………………BANKDATA …………………………….
 
SIRKULASI: ……………………………………………ALAMAT REDAKSI: ………………………….BANK: ………………………………………...PENERBIT: ……………………KODE ETIK JURNALISTIK Kemerdekaan berpendapat, berekspresi, dan pers adalah hak asasi manusia yangdilindungi Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, dan Deklarasi Universal Hak AsasiManusia PBB. Kemerdekaan pers adalah sarana masyarakat untuk memperoleh informasidan berkomunikasi, guna memenuhi kebutuhan hakiki dan meningkatkan kualitaskehidupan manusia. Dalam mewujudkan kemerdekaan pers itu, wartawan Indonesia jugamenyadari adanya kepentingan bangsa, tanggung jawab sosial, keberagaman masyarakat,dan norma-norma agama.Dalam melaksanakan fungsi, hak, kewajiban dan peranannya, pers menghormatihak asasi setiap orang, karena itu pers dituntut profesional dan terbuka untuk dikontrololeh masyarakat.Untuk menjamin kemerdekaan pers dan memenuhi hak publik untuk memperoleh informasi yang benar, wartawan Indonesia memerlukan landasan moral danetika profesi sebagai pedoman operasional dalam menjaga kepercayaan publik danmenegakkan integritas serta profesionalisme. Atas dasar itu, wartawan Indonesiamenetapkan dan menaati Kode Etik Jurnalistik:
Pasal 1
Wartawan Indonesia bersikap independen, menghasilkan berita yang akurat, berimbang, dan tidak beritikad buruk.
Penafsiran
a. Independen berarti memberitakan peristiwa atau fakta sesuai dengan suara hati nuranitanpa campur tangan, paksaan, dan intervensi dari pihak lain termasuk pemilik  perusahaan pers. b. Akurat berarti dipercaya benar sesuai keadaan objektif ketika peristiwa terjadi.c. Berimbang berarti semua pihak mendapat kesempatan setara.d. Tidak beritikad buruk berarti tidak ada niat secara sengaja dan semata-mata untuk menimbulkan kerugian pihak lain.
Pasal 2
Wartawan Indonesia menempuh cara-cara yang profesional dalammelaksanakan tugas jurnalistik.
Penafsiran
Cara-cara yang profesional adalah:a. menunjukkan identitas diri kepada narasumber; b. menghormati hak privasi;c. tidak menyuap; t


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar